Senin, 11 Mei 2009

Ekalaya

Ketika putra-putri Hastina sedang berlatih ilmu kanuragan di bawah asuhan Pandita Durna, ada seorang pemuda yang selalu mengamati latihan itu dari pinggir Alun-alun. Pemuda itu adalah Ekalaya, putra Mahkota Kerajaan Paranggelung. Kehadiran Ekalaya yang berniat berguru pada P. Durna mendapat sambutan yang tidak sesuai dengan harapan. Karena P. Durna telah terlanjur berjanji hanya akan mengajarkan ilmunya kepada para Kurawa dan Pandawa saja.
Karena gagal menjadi murid, Ekalaya bersembunyi di hutan Hastina dan mencipta sebuah patung P. Durna. Keberadaan patung itu membuat semangat Ekalaya berlatih memanah semakin membara. Karena ketekunannya, kemahiran Ekalaya dalam Ilmu memanah sebanding dengan Arjuna.

Suatu hari ketika Arjuna sedang berburu di Hutan, ia dikejutkan dengan anak panah yang hampir saja mengenai dirinya. Ketika ia berhasil menemui orang itu yang tidak lain adalah Ekalaya, terkejutlah ia bahwa Ekalaya mengaku sebagai murid P. Durna. Arjuna semakin marah Karena merasa dikhianati oleh gurunya.

P. Durna membantah telah mengajarkan ilmunya pada orang lain. Ia minta dipertemukan dengan pria yang bernama Ekalaya itu. Sesampainya di pertapaan Ekalaya yang berada di tengah hutan, ia dikejutkan oleh adanya patung yang menyerupai dirinya. Sementara Ekalaya merasa sangat gembira karena P. Durna mau hadir di pertapaannya. Bagaimanapun ia telah dianggap sebagai seorang guru oleh Ekalaya. Melihat situasi yang menguntungkan itu P. Durna segera bermain akal. Ia menuntut kesetiaan Ekalaya dengan meminta Ekalaya menyerahkan Ibu Jari tangan kanannya. Ekalaya terjebak, tanpa berpikir panjang ia memotong ibu jarinya. Padahal disitulah sumber kekuatan dan kesaktian Ekalaya berada.
Ekalaya sangat marah dan kecewa ketika sadar bahwa semua itu hanyalah akal-akalan P. Durna untuk menjebak dia dengan tujuan mengurangi saingan Arjuna sebagai ksatria Hastina.

Ekalaya kembali ke Paranggelung dengan hati yang terluka. Harapannya telah sirna. Sementara ia harus segera menduduki tahta yang telah ditinggalkan Ayahandanya.
Dewi Anggraini merasa prihatin dengan keadaan suaminya. Ia bermaksud meminya bantuan pada Prabu Drupada sahabat ayahnya. Tetapi ditengah jalan ia dihadang sekelompok perampok, beruntunglah datang Arjuna yang tidak sengaja melewati tempat itu. Perampok-perampok itu berhasil ditumpas oleh Arjuna. Hanya sayang Arjuna ternyata tidak bisa melihat wajah cantik. Ia langsung terpikat dengan kecantikan Dewi Anggraini bahkan kemudian ia mengejar-ngejarnya untuk diperistri.
Perbuatan itu dipergoki Aswatama yang segera menegur Arjuna. Namun, Arjuna tidak peduli dan bahkan mereka berkelahi.
Kesempatan ini digunakan Dewi Anggraini untuk lari pulang dan mengadukan hal ini pada suaminya Ekalaya. Namun Ekalaya tidak percaya laporan istrinya. Sepengetahuannya Arjuna adalah ksatria utama tidak mungkin melakukan perbuatan nista tersebut. Bahkan ia menuduh isterinya sengaja mengadu dirinya dengan Arjuna.
Tuduhan itupun lenyap ketika ia bertemu Aswatama yang mengabarkan niat buruk Arjuna.

Kedua satria pilihan dewata itupun akhirnya bertemu dalam perkelahian yang tidak seimbang. Arjuna yang masih diselimuti nafsu angkara tidak mampu menghadapi kesaktian Ekalaya. Tanpa sengaja Ekalaya membunuh Arjuna. Atas bantuan Kresna, Ajuna hidup kembali. Tetapi ia telah kehilangan semangat untuk menjadi seorang ksatria karena ia telah dikalahkan Ekalaya …


“Tidak boleh ada matahari kembar di jagad raya”, ujar Arjuna.

Jumat, 20 Maret 2009

Injil, masih relevankah?....

Dewasa ini, kita sering melihat dan merasakan suatu tatanan sosial yang di luar norma-norma yang berlaku. Banyak media entah cetak maupun elektronik yang memberitakan hal-hal yang menyakitkan telinga. Bapak yang memperkosa anaknya sendiri, bunuh diri karena nilai jelek, perampokan, pembunuhan dll.
Sebuah pertanyaan yang sepintas muncul sebagai seorang Kristiani untuk direnungkan, “Apakah Injil masih relevan di jaman sekarang?”
Sebuah ayat dari Injil Lukas 7:22 yang dapat kita renungkan sehubungan dengan pertanyaan tersebut. Ayat tersebut berbunyi “… orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik”.
Kalau kita mengkaji ayat tersebut, kita dapat merenungkan suatu makna dari maksud orang buta, lumpuh, kusta, tuli, mati, dan miskin yang dapat kita gunakan sebagai bahan insteropeksi diri untuk mengembalikan hidup yang lebih baik.
Orang buta melambangkan manusia sekarang yang tidak bias melihat lagi mana yang baik dan mana yang buruk karena ada kelumpuhan dalam dirinya atau adanya sikap dan rasa yang tidak berdaya (rendah diri) yang mengakibatkan orang tersebut menjadi bersikap seperti fisik orang kusta, memperlihatkan keburukan untuk menutupi kekurangannya atau dapat dikatakan ia menjadi sombong tidak mau melihat orang lain entah kebaikan atau kekurangan orang lain. Manusia menulikan diri, tidak mau mendengar orang lain lagi, hanya membanggakan diri sendiri (narsis). Keadaan itu menjadi hal yang terbiasa (umum) di dalam masyarakat yang mengakibatkan hati nurani menjadi tertutup (mati), segala cara akan dilakukan untuk memenuhi nafsunya saja. Hal ini disebabkan karena kurangnya keteladanan, miskin iman, barang duniawi yang seharusnya dipakai sebagai sarana menuju ke tempat Yang Transenden, tapi beralih menjadi Tuhan yang instant.
Bertolak dari sabda tersebut, kita diajak untuk kembali pada Yesus bahwa Yesus akan memberikan yang terbaik bagi kita. Dan sebagai orang Kristiani jangan pernah takut dengan keadaan sekarang bukannya ikut-ikutan menajadi ‘edan’ dan selalu berpegang pada sabda Allah percaya pada Yesus. Karena Yesus akan selalu mendampingi kita, menyembuhkan kita dari kebutaan, kelumpuhan, sakit kusta, tuli, kematian dan kemiskinan. Dan sekali lagi kita harus percaya bahwa Tuhan beserta kita. Amin.

Jumat, 27 Februari 2009

.......?

hanya sebuah pertanyaan yang kadang menghantui pikiranku. aku tak tahu lagi harus berbuat apa yang ada hanya sebuah pertanyaan tentang suatu perasaan.
saat kita bermain dalam cinta, siapakah yang dipersalahkan cinta atau hati........................?
Bila anda membuka blog ini silahkan jawab pertanyaan saya tersebut.

Senin, 23 Februari 2009

Dimana kau Shizuka?

Seorang anak bernama nobita mencari seorang wanita namanya shizuka, dia kangen berat sama shizuka. Tapi apakah shizuka juga begitu perasaannya? kita tunggu jawabannya........... key?

Senin, 16 Februari 2009

penantian



Sebuah penantian panjang................

Minggu, 15 Februari 2009

Biarlah anak-anak datang pada-Ku

Mencintailah seperti anak-anak......
Di dalam cinta tak ada kepalsuan.
saat seseorang mencintai kita atau kita mencintai orang lain, kita atau orang lain harus mau menerima orang yang dicintai apa adanya bukan mencintai perubahan kita. Kalau kita mencintai orang karena perubahan itu adalah perjanjian.
Dan Cinta Bukan Perjanjian.

Kamis, 12 Februari 2009

Cinta itu Pandai Mencari Akal

Suatu pemaknaan memberi Daya.
Pada pengalaman yang ada dengan daya pemahaman, imajinasi, dan rasa perasaanya orang menemukan nilai makna.

Aku adalah aku

Foto saya
bantul, yogyakarta, Indonesia
Seorang manusia biasa yang mencoba bersuara pada dunia tentang Kedamaian.